BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner

AAL dan ITS Perkuat Riset Sistem Drone dan Kapal Nirawak untuk Kemajuan Teknologi di Masa Depan


Surabaya
, 27 Februari 2026

Akademi Angkatan Laut (AAL) menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dalam pengembangan teknologi sistem pertahanan. Kerja sama ini menitikberatkan pada pengembangan teknologi berbasis riset, termasuk teknologi drone udara dan kapal nirawak (Unmanned Surface Vehicle/USV) sebagai bagian penguatan kapabilitas pengawasan kawasan maritim nasional berbasis teknologi otonom.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Lembaga (Seklem) AAL, Laksamana Pertama TNI Dr. Asep Iwa Soemantri dihadapan awak media sesaat sebelum memberikan Kuliah Umum kepada Mahasiswa ITS di Gedung TW2 Auditorium ITS pada Kamis (26/02). Seklem AAL menyampaikan bahwa kolaborasi antara militer dan akademisi penting untuk memperkuat industri pertahanan nasional, sinergi tersebut dapat mempercepat pengembangan teknologi yang dibutuhkan TNI.



Menurut Seklem AAL, ITS dipilih untuk kerja sama pembukaan pusat studi perang drone udara dan kapal Nirawak ini karena ITS dianggap sangat kuat dalam bidang teknologi. “Apalagi lokasi ITS dengan AAL juga dekat sehingga mudah untuk berkoordinasi nantinya,” ucapnya.

Seklem AAL juga menegaskan teknologi drone udara dan kapal nirawak perlu terus dikembangkan di Indonesia, terutama untuk bidang pertahanan, teknologi tanpa awak dinilai lebih efisien dalam mendukung sistem pertahanan nasional.

Salah satu fokus kerja sama adalah pengembangan drone dan kapal nirawak oleh peneliti ITS bersama AAL. Teknologi drone dan kapal nirawak dinilai memiliki peran penting dalam mendukung sistem pertahanan modern.

Kerjasama ini difokuskan pada pengembangan arsitektur sistem nirawak yang terintegrasi, mencakup desain platform, sistem kendali otonom, integrasi sensor, hingga komunikasi data yang aman dan andal. Pendekatan yang digunakan tidak hanya pada prototipe mekanik, melainkan pada rekayasa sistem (systems engineering) secara menyeluruh.

Aspek penting dari riset ini adalah interoperabilitas antara platform udara dan laut dalam satu ekosistem komando dan kendali (command and control system). Dengan konsep tersebut, drone udara dapat berfungsi sebagai pengintai jarak jauh sekaligus relay komunikasi, sementara kapal nirawak menjalankan patroli permukaan dan pengumpulan data di titik-titik strategis. Integrasi data lintas platform memungkinkan peningkatan maritime domain awareness secara signifikan.

Kolaborasi ini juga menjadi wahana transfer teknologi dan peningkatan kapasitas SDM nasional di bidang robotika, embedded system, kontrol otomatis, dan rekayasa maritim. Sinergi antara kebutuhan operasional institusi pertahanan dan kapabilitas riset perguruan tinggi teknik diharapkan mampu mempercepat terciptanya sistem nirawak yang tidak bergantung pada teknologi impor.

Dengan wilayah laut Indonesia yang sangat luas dan kompleks, solusi berbasis drone dan kapal nirawak menjadi salah satu pendekatan rasional untuk meningkatkan efisiensi patroli, pengawasan, dan respons awal terhadap dinamika di perairan nasional.

Kolaborasi AAL dan ITS ini mencerminkan pergeseran strategis menuju kemandirian teknologi pertahanan berbasis inovasi domestik juga signifikan dalam konteks pembangunan kapabilitas maritim Indonesia ke depan. 

Posting Komentar

0 Komentar